Polsek Ciputat ungkap kasus Ranmor modus tukang parkir

0
34

proaksi.co.id, TANGERANG- Polsek Ciputat Polres Tangerang Selatan pada hari Jumat (8/2/2019) bertempat di halaman Mapolsek Ciputat Jalan Ir. H. Juanda Pisangan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan menggelar pers rilis ungkap Kasus Pencurian Motor Dengan Pemberatan yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Untuk rilis kali ini, menurut ada 3 Laporan Polisi (LP) dengan jumlah tsk (tersangka) sebanyak 7 orang. “Untuk sekarang ini yang hadir ada 5 tersangka (Miftah, Riza Juliansyah alias Belong, Bagus Samantah alias Joker, Agung Raya Alfadillah, dan Dani), yang 1 tsk di Rumah Sakit, karena dilakukan tindakan tegas terukur, dan 1 tersangka masih dibawah umur dalam keadaan sakit,” ungkap Kapolres Tangerang Selatan, Akbp. Ferdy Irawan didampingi Kapolsek Ciputat, Kompol Donni Bagus WB, Kasubag Humas Polres, Iptu. Sugiyono, dan Kanit Reskrim Polsek Ciputat.

Untuk LP I (pertama), tkp di Kelurahan Cempaka Putih Ciputat Timur, pemilik motornya Deni Ahmad Munawar dengan jumlah 2 tsk bernama Ardiansyah alias Jalak yang sekarang di RS (otak) dan Miftah, LP kedua, di Kelurahan Kedaung Pamulang korbannya Umar Said dengan jumlah tsk 3 orang antara lain Riza, Bagus, dan Aldi/DPO. Sedang LP ketiga di Jalan Cendrawasih kelurahan Sawah Kelurahan Ciputat korbannya Safrudin dengan tsk 4 orang, antara lain Muhamad Dani, Agung, Rangga dan Mumun/DPO.

Lanjut Kapolres, dari 3 LP ditangkap para tsk lalu dikembangkan Polsek Ciputat selanjutnya berhasil diamankan barang bukti 23 unit.

“Yang saat ini ada 11 unit, kemudian dititip Pospol Serua Ciputat sebanyak 12 unit,” sebut Kapolres.

Bahwa jumlah barang bukti dan tsk yang cukup banyak ini, merupakan suatu kelompok jaringan yang cukup besar, yang disebut Kapolres merupakan kelompok Ciputat – Pamulang. “Karena tempat tinggal mereka selama ini sekitaran Ciputat dan Pamulang,” terangnya.

Pun juga dalam keterangan kepada wartawan, kawanan tersangka maling motor ini sudah melakukan aksinya, selama kurun waktu satu tahun terakhir.

Jumlah tsk keseluruhan sebanyak 14 orang, namun 7 orang tsk lainnya masih DPO. “Modusnya bekerja sebagai tukang parkir (liar), sambil mengamati, melaksanakan aksinya jika situasi memungkinkan,” ujarnya.

Para tsk dikenakan Pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara, imbuh Kapolres.

Berikut sejumlah motor dan jenisnya saat dalam acara pers rilis, yakni Honda Beat B 3285 KUQ, Vega B 6131 WNP, Yamaha Mio soul merah, Yamaha (matic) putih B 6042 WXA, Honda Vario B 6721 WEK, Suzuki Satria B 6696 WFJ, Yamaha Vixion, Honda Supra R 391 NA, Honda Beat kuning B3314 FHP, Honda Beat hitam, Yamaha Mio GTR.

Editor/Penulis: Sugeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here