Pembentukan Koopsau III: Satrad 242 Biak, Mata dan Telinga TNI AU di Ujung Utara Papua (Bag III/Habis)

0
69
Komandan Lanud Biak, Marsma TNI Fajar Adriyanto hadir dalam kunjungan kegiatan Press Tour di Satrad 242 Biak. Foto: Bagas

proaksi.co.id, BIAK – Dalam tulisan kedua, rombongan Press Tour Media Dirgantara mendapat pemaparan secara jelas tentang tugas Komando Operasi TNI Angkatan Udara III (Koopsau III) oleh Kepala Staf (kas) Koopsau III, Marsma TNI Wayan Sulaba, pada Kamis (13/12/2018). Setelah itu, kami diarahkan menuju Mess Gunadi dan Harsono untuk beristirahat. Esok pagi, Jumat (14/12), usai sarapan, rombongan jurnalis melanjutkan kegiatan berkunjung di Satuan Radar 242 di ujung utara Pulau Biak.

Seperti diketahui, di Biak ada empat satuan TNI AU, yaitu Koopsau III, Kosekhanudnas IV, Lanud Manuhua dan Paskhas 468. Kosekhanudnas IV membawahi empat Satuan Radar (Satrad) yaitu Satrad 242 di Biak, Satrad 243 di Timika, Satrad 244 di Merauke dan Satrad 245 di Saumlaki. Satrad ini bertugas untuk memantau pelanggaran udara oleh pesawat asing.

Kami berkunjung ke Satrad 242 di Tanjung Warari, yang berada di ujung paling utara Pulau Biak. Menempuh perjalanan hampir dua jam melewati hutan dan pinggir laut. Lokasi Satrad 242 berada di ujung pulau, tidak ada jalan lagi. Dan, pemukiman terdekat berjarak 10 kilometer dari Markas Satrad 242.

Komandan Satrad 242 Biak, Letkol Lek Eko Patra T.W. Foto: Yandi

Komandan Lanud Biak, Marsma TNI Fajar Adriyanto didampingi Ketua Pelaksana Press Tour yang juga Kasubdispenum, Letkol Sus M. Yuris bersama Letkol Sus Sonaji dan staf Dispenau serta para jurnalis diterima langsung Komandan Satrad 242 Biak, Letkol Lek Eko Patra T.W.

Dalam penjelasannya, Dansatrad menyampaikan bahwa Satrad merupakan satuan pelaksana yang berada dibawah jajaran Kosekhanudnas IV. Satrad 242 dibangun tahun 2005 di atas areal seluas 20 hektare.

“Satrad 242 menyiapkan satuan radar pertama yang dibangun di Papua dan dioperasionalkan sejak tahun 2005. Radar yang dipasang di Satrad 242 merupakan radar jenis Master T yang memiliki kemampuan Early Warning atau deteksi dini serta Ground Control Interception (GCI) atau pengendalian pesawat tempur dalam misi penyergapan,” ujar Dansatrad.

Dansatrad menjelaskan, keistimewaannya adalah radar ini memiliki kemampuan tangkapan yang sangat detil, memiliki resolusi tinggi serta mampu membaca kontur guna menangkap sinyal objek.

“Radar Master T buatan Prancis merupakan radar yang paling canggih yang dimiliki TNI AU saat ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, seluruh rombongan juga mendapatkan penjelasan mengenai tugas, fungsi serta hal-hal lain yang berkaitan dengan Satrad 242 yang disampaikan oleh Dansatrad 242.

Satrad 242 memiliki 50 personel yang bekerja selama 24 jam dalam setahun dengan waktu kerja secara bergantian atau shift. Artinya, mata dan telinga personel Satrad 242 Biak selalu terjaga mengawasi dan menjaga kedaulatan NKRI di Papua bagian utara.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Ketua Tim Pelaksana Press Tour Letkol Sus M. Yuris menyerahkan cinderamata berbentuk karikatur kepada Danlanud Manuhua, Marsma TNI Fajar. Foto: Yuni

“Kami bertugas 24 jam dalam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari dalam setahun untuk memastikan rakyat Indonesia aman dan dapat tidur nyenyak. Anggota kami selalu siap siaga untuk berjaga dan mengamati seluruh wahana terbang yang ada di Papua bagian utara ini. Kami mohon dukungan dari masyarakat Indonesia untuk tetap semangat dalam melaksanakan tugas Radar 242,” ucap Dansatrad 242 Biak pada proaksi.co.id usai acara kegiatan kunjungan.

Setelah kunjungan tersebut, rombongan kembali ke Lanud Biak untuk menyantap hidangan makan siang. Sebelum bertolak ke Jakarta, Ketua Tim Pelaksana Press Tour Letkol Sus M. Yuris menyerahkan cinderamata berbentuk karikatur kepada Danlanud Manuhua, Marsma TNI Fajar. Kemudian rombongan Press Tour dilepas oleh para penari Papua menuju Base Ops Lanud Manuhua, Biak, Papua.

Banyak pengetahuan dan pengalaman yang diterima jurnalis selama mengikuti Press Tour di Biak. Kegiatan ini diharapkan akan mempererat hubungan antara media dan TNI AU terutama dalam pemberitaan TNI Angkatan Udara.

Penulis: Hendy, Jurnalis proaksi.co.id dan Tabloid Defence

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here