2017, Laba BNI Tumbuh 20,1% Jadi Rp. 13,62 T

0
26
Paparan kinerja keuangan BNI 2017. (Foto: atoen)

proaksi.com, JAKARTA– PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pada akhir tahun 2017 mencatatkan perolehan laba bersih Rp 13,62 triliun di 2017, tumbuh 20,1 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp 11,34 triliun.

Direktur Utams BNI , Achmad Baiquni menjelaskan, meningkatnya laba pada 2017, ini ditopang oleh meningkatnya pertumbuhan kredit yang mencapai 12,2 persen. Total penyaluran kredit BNI tecatat Rp 441,31 triliun.

Sebanyak Rp 345,5 triliun atau 78,3 persen disalurkan ke segmen bisnis banking dan konsumer banking. Sisanya Rp 24,37 triliun atau 5,5 persen dari total kredit yang disalurkan melalui anak perusahaan.

“Ya laba pada 2017, lebih banyak ditopang oleh segmen business banking dan consumer banking. Juga perbaikan kualitas aset,” tutur Baiquni dalam paparan kinerja keuangan BNI 2017, di Kantor Pusat Menara BNI, Rabu (17/1).

Ia menambahkan, dengan perkembangan ini, BNI mampu menunjukan laba bersih diatas rata-rata industri perbankan nasional yang tumbuh 16,5 persen. Dengan begitu, kualitas kredit mengalami perbaikan yang ditandai dengan menurunnya rasio kredit bermasalah (NPL), menjadi 2,3 persen dari 3 persen pada 2016.

Begitu juga dengan cadangan keraguan penyusutan nilai (CKPN), menurut Baiquni, tetap terjaga dengan baik. Dimana tingkat coverage ratio naik 146 persen pada 2016, jadi 148 persen di 2017. Ini juga berdampak pada tingkat kecukupan modal (CAR) yang tetap terjaga pada level 18,5 persen, sebagai fundamental yang kuat.

Bicara tentang pendapatan, ia menjelaskan, untuk 2017 non bunga (fee based income) pencapaiannya cukup bagus. Dalam hal ini, fee based income mencapai tercatat Rp 9,78 triliun atau tumbuh 13,9 persen dibandingkan periode 2016 Rp 8,59 persen.

Pertumbuhan didukung oleh kenaikan pendapatan fee based income atau pendapatan non bunga dari transaksi trade finance dan remmitance. (atoen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here