Utang Banyak Sudah Terjadi Sejak Pemerintahan Sebelumnya

0
48

proaksi.co.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan jika utang Indonesia yang mencapai Rp3,706 triliun bukanlah hanya hasil dari utang Pemerintahan Joko Widodo. Darmin menegaskan, tingginya posisi utang pemerintahan saat ini sudah terjadi sejak pemerintahan sebelumnya.

Kata Darmin, tanpa menambah utang di era pemerintahan Jokowi, Indonesia tetap memiliki utang Rp3.400 triliun, hasil dari utang beserta bunga pada pemerintahan sebelumnya.

elas pria yang pernah menjabat sebagai Dirjen Lembaga Keuangan ini, sejak Jokowi dilantik pada 2014, Indonesia sudah berutang sebesar Rp2.700 triliun.

“Soal utang, wah ini pemerintahan Jokowi utangnya banyak, eh nanti dulu, itu bukannya utang pemerintahan Jokowi lho yang Rp3.600 triliun, waktu pemerintah Jokowi dilantik utang kita sudah Rp2.700 triliun barang kali, saya lupa angkanya mungkin Rp2.700 triliun,” kata Darmin menjelaskan seperti dikutip dari detik.com pada Selasa (8/8).

Posisi utang Indonesia yang mencapai Rp2.700 triliun membuat Indonesia tetap harus membayar bunga selama tiga tahun beserta cicilannya sebesar Rp700 triliun. “Seandainya tidak bikin apa-apa utang kita Rp3.400 triliun, sekarang Rp3.600-Rp3.700 triliun tapi kita membangun,” jelas mantan Dirjen Perpajakan ini.

Oleh karenanya, lanjut Darmin, jangan dianggap kemudian posisi utang pemerintah yang mencapai Rp3.706,52 triliun hanya karena di pemerintahan Jokowi saja. Sebab, sebelum pemerintah Kabinet Kerja menjabat posisi utang pemerintah sudah sangat besar.

Menko Darmin pun meminta masyarakat menghitung jika Indonesia tidak berutang dibandingkan Indonesia harus tetap berutang untuk pembangunan infrastruktur.

“Kalau enggak bikin apa-apa pasti bunganya akan naik, jadi Rp3.400 triliun, sekarang mau yang mana? Rp3.400 triliun enggak bikin apa-apa, atau Rp3.700 triliun ada pembangunan banyak,” papar mantan Gubenur Bank Indonesia ini. (atoen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here